Copyright © Kopisenja || Design by Gamesin

About Us

Kopisenja adalah blog yang berisi tentang pertanian dsn peternakan

Contact Form

Ilmu Dasar Pemeliharaan Ternak








Kopisenja - Dalam membangun sebuah usaha peternakan harus lah memerlukan beberapa aspek penting seperti halnya kandang pemeliharaan, kandang harus disesuaikan dengan jenis dari ternak itu sendiri, berikut merupakan penjelasan tentang dasar-dasar pembangunan sebuah kandang bagi ternak untuk hidup.



Ilmu Dasar Pemeliharaan Ternak



Kandang Pemeliharaan atau budidaya merupakan tempat (media untuk berlindung, bereproduksi, dan melakukan aktivitas sehari-hari) bagi ternak untuk memudahkan pemelihara (pelaksana) dalam tata laksana pemeliharaan ternak.



Faktor yang mempengaruhi pemilihan kandang

Jenis ternak

Pemilihan kandang dipengaruhi oleh jenis ternak ruminansia yaitu seperti sapi, kambing, kerbau, dan lain-lain itu berbeda-beda bentuk, tipe, dan tata letaknya. Begitu pun dengan kandang unggas karena setiap masing-masing ternak mempunyai karakteristik kandang yang berbeda-beda sehingga penyajiannya pun berbeda sebagai contoh seperti kandang ayam yang dibuat dengan sistem kandang panggung diperuntukan agar ternak terlindung dari berbagai ancaman.


Umur ternak

Untuk kandang kelas ternak yang masih muda atau anakan yaitu diperlukan kandang dengan suhu lebih hangat dan untuk usia yang cukup disesuaikan kondisi lingkungan sekitar.


Iklim

Iklim sangat mempengaruhi dalam pembangunan sebuah kandang. Iklim dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu iklim makro merupakan iklim alam yang tidak bisa dikendalikan oleh pelaksana diantaranya suhu sekitar, curah hujan, angin, sinar matahari, dan lain-lain. Kedua iklim mikro merupakan iklim yang bisa dikendalikan oleh pelaksana diantaranya suhu dalam kandang, kelembaban dan sebagainya.


Tujuan produksi

Dalam tujuan produksi haruslah menentukan kandang dengan tujuan untuk penggemukan, budidaya, pembibitan dan sebagainya. Contoh seperti kandang pedaging untuk produksi daging.



Syarat kandang

Ventilasi

Adanya penggantian udara kotor dengan udara segar. Ventilasi yang baik berpengaruh pada kelembaban (humidity) yang ada pada dalam kandang. Di indonesia tingkat kelembabannya sangat tinggi seperti penyakit jamur sering dijumpai pada hewan ternak. Dan jika kelembaban terlalu rendah ternak akan kekurangan air dan akan menyebabkan penyakit kulit (iritasi). kelembaban yang baik untuk ternak berkisar antara 40-80%. Disamping itu ventilasi juga untuk mencegah perubahan suhu ekstrim. Kecepatan aliran udara yang baik yaitu 0.2m/s - 1.0m/s tergantung faktor diatas.


Sinar matahari

Letak kandang dibuat sedemikian rupa agar ternak dapat terkena sinar matahari sehingga letaknya menghadap ke arah masuknya sinar matahari. Sinar matahari yang baik itu pada waktu pagi karena pada waktu itu sinar matahari mengandung lembayung (ultra violet) yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ternak, dan dapat pula untuk pembentukan vitamin D serta mempercepat pengeringan kandang yang basah karena feses atau urine ternak dan lainnya.


Kelembaban

Kelembaban yang tinggi sangat mempengaruhi bagi kesehatan ternak yaitu mempengaruhi sistem respirasi (pernafasan), kesehatan kulit dan lainnya. Kelembaban dapat disebabkan oleh badan ternak itu sendiri, kotoran ternak, percikan air minum, pembersihan rutin kandang dan sebagainya.


Mudah dibersihkan

Struktur lantai kandang yang baik untuk ternak besar seperti sapi yaitu harus miring agar mudah dibersihkan dan kandang harus dekat dengan sumber air.


Bebas dari genangan air

Kandang harus bebas dari genangan air karena dapat menimbulkan atau tempat berkembang biaknya bibit penyakit dan diusahakan tempatnya lebih tinggi dari keadaan sekitar agar tidak terkana percikan hujan atau agar air tidak menggenang di sekitar kandang.


Sistem drainase (sistem pembuangan kotoran dan air sisa) yang baik

Kebutuhan air dalam kandang harus cukup besar terutama dalam pembersihan kandang, aliran air harus diperhatikan dan sekeliling kandang garus kering walau banyak air digunakan dalam kandang. Bangunan kandang harus terletak lebih tinggi dari keadaan tanah sekitar supaya air dapat mengalir dengan baik. Pada ternak perlu tempat tidur dan drainase yang baik sangat menentukan kesehatan ternak disamping bahan alas yang digunakan.


Terbebas dari pengaruh angin dan hujan

Kandang harus kokoh agar terjaga dari hujan dan angin yang kencang. Kemungkinan air hujan yang masuk ke kandang dan angin yang kencang dapat merobohkan kandang untuk mengantisipasi hal tersebut seperti kandang sapi harus terbuat dari bahan kuat dan tahan lama. Untuk masa pendek seperti kandang ayam pedaging dapat dibuat dari bahan yang tidak begitu lama seperti bambu namun, alangkah baiknya kandang harus dibuat dengan baik dan kokoh agar dapat tahan lama untuk jangka produksi yang lama juga. Kandang yang baik dapat bertahan minimal 5-15 tahun dan kandang harus tahan terhadap iklim seperti hujan, tiupan angin, panas matahari, salju, suhu dingin dan faktor lainnya.

Hal yang harus diperhatikan dalam membangun kandang


Transportasi mudah

Kandang harus mudah dijangkau alat transportasi atau dekat dengan jalan karena mempermudah dalam pengangkutan pakan, obat-obatan maupun memasarkan hasil ternak.


Dekat dengan sumber air

Air merupakan keperluan yang samgat vital bagi usaha peternakan yang digunakan sebagai air minum, memandikan ternak, membersihkan kandang dan peralatan kandang, menyiram atau mengairi tanaman hijauan pakan ternak dan sebagainya.


Jauh dari pemukiman penduduk
 
Kandang ternak dibangun apabila dekat dengan pemukiman penduduk akan menimbulkan masalah sosial seperti bau tak sedap dan pencemaran lingkungan maka dari itu kandang yang baiik harus jauh dari pemukiman penduduk.


Dekat dengan sumber pakan

Hampir 70-80% pengeluaran anggaran usaha peternakan adalah untuk pakan. Kandang yang baik yaitu dekat dengan sumber pakan atau penyedia pakan berupa konsentrat, limbah pertanian, limbah industri pertanian, hijauan pakan dan pakan lainnya.


Ada ijin dari pihak berwenang

Suatu perusahaan harus mempunyai ijin dari pihak berwenang agar perusahaan yang dijalankan tidak terhambat dengan masalah demi berhasilnya perusahaan perlu dipelajari dan dipahami berkaitan dengan amdal (analisis dampak lingkungan), pelaksanaan otonomi daerah, renana tata ruang wilayah dan lain-lain.



Demikian artikel tentang hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan sebuah kandang dalam Ilmu Dasar Pemeliharaan Ternak, semoga ilmu ini dapat membantu anda. Jika ada kritik dan saran serta pertanyaan silahkan cantumkan dikolom komentar. Terima kasih.

Related Posts

Post a Comment